Survey Lokasi Bangunan SLF Heni Bayususana

📅 12 Januari 2026  ·  📍 Pasuruan, Jawa Timur  ·  🏢 PT Delta Orion Konsultan

Dokumentasi lengkap proses survey lokasi bangunan untuk pengurusan SLF (Sertifikat Laik Fungsi) pada bangunan peternakan ayam potong milik Ny. Heni Bayususana di Desa Jati Gunting, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Tim teknis PT Delta Orion Konsultan melaksanakan seluruh tahapan survey selama 2 hari kerja, meliputi uji struktur bangunan, pengukuran parameter lingkungan, serta koordinasi dengan dinas terkait.

Survey lokasi bangunan peternakan ayam potong untuk pengurusan SLF di Desa Jati Gunting Kecamatan Wonorejo Pasuruan Jawa Timur
Kompleks bangunan peternakan ayam potong milik Ny. Heni Bayususana di Pasuruan yang menjalani proses survey untuk pengurusan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).
Daftar Isi:
  1. Informasi Proyek
  2. Latar Belakang Proyek
  3. Tahap 1 — Inspeksi Visual Bangunan
  4. Tahap 2 — Uji Hammer Test Struktur Beton
  5. Tahap 3 — Pengukuran Parameter Lingkungan
  6. Tahap 4 — Koordinasi dengan Dinas Terkait
  7. Hasil Survey dan Tindak Lanjut

Informasi Proyek

Nama Proyek Survey Lokasi Bangunan SLF Peternakan Ayam Potong
Klien Ny. Heni Bayususana
Lokasi Desa Jati Gunting, Kec. Wonorejo, Kab. Pasuruan, Jawa Timur
Pelaksanaan 12 – 13 Januari 2026 (2 hari kerja)
Jenis Layanan Jasa Pengurusan SLF
Pelaksana Tim Teknis PT Delta Orion Konsultan

Latar Belakang Proyek

Ny. Heni Bayususana merupakan pemilik usaha peternakan ayam potong yang berlokasi di Desa Jati Gunting, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Bangunan peternakan ini terdiri dari beberapa unit kandang dan area penunjang yang telah beroperasi sebagai fasilitas budidaya unggas.

Dalam rangka memenuhi kewajiban regulasi, pemilik memerlukan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sebagai bukti bahwa bangunan telah memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan fungsi yang ditetapkan. SLF menjadi syarat wajib agar bangunan secara legal dapat digunakan untuk kegiatan usaha, termasuk peternakan.

PT Delta Orion Konsultan ditunjuk untuk melaksanakan proses konsultasi dan analisa awal SLF, dimulai dari tahapan survey lokasi bangunan yang menjadi langkah pertama sebelum penyusunan dokumen teknis dan pengajuan persetujuan ke instansi terkait.

Tahap 1 — Inspeksi Visual Bangunan

Proses survey dimulai pada 12 Januari 2026 dengan inspeksi visual menyeluruh terhadap seluruh kompleks bangunan peternakan. Tim teknis melakukan pemeriksaan kondisi fisik bangunan meliputi struktur atap, dinding, lantai, sistem drainase, serta instalasi listrik dan pencahayaan di setiap unit kandang.

Inspeksi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting bangunan secara menyeluruh sebelum dilakukan pengujian teknis lebih lanjut. Setiap temuan didokumentasikan menggunakan kamera dengan fitur GPS tagging untuk mencatat koordinat, tanggal, dan waktu pengambilan foto secara otomatis — memastikan keaslian dokumentasi sesuai standar yang berlaku.

Kondisi interior kandang ayam potong saat survey kelayakan SLF di Pasuruan
Interior kandang ayam potong dengan sistem pencahayaan dan ventilasi yang diperiksa tim surveyor.
Inspeksi struktur atap dan rangka baja bangunan peternakan untuk penilaian SLF
Pemeriksaan struktur atap, rangka baja, dan instalasi listrik pada area penunjang peternakan.

Dari hasil inspeksi visual, tim mencatat kondisi struktural bangunan secara umum, kondisi material dinding dan kolom, serta kesesuaian tata letak bangunan dengan denah yang diajukan. Temuan visual ini menjadi dasar untuk menentukan titik-titik pengujian pada tahap berikutnya.

Tahap 2 — Uji Hammer Test Struktur Beton

Tahapan krusial dalam survey lokasi bangunan SLF adalah pengujian kuat tekan beton menggunakan alat Schmidt Hammer (Rebound Hammer). Pengujian ini dilakukan secara non-destruktif pada berbagai elemen struktur bangunan untuk menilai mutu beton tanpa merusak konstruksi yang ada.

Tim teknis PT Delta Orion Konsultan melakukan hammer test pada enam titik pengujian strategis yang meliputi kolom utama, dinding penahan, tiang penyangga, pilar beton, pondasi bangunan, dan struktur beton lainnya. Setiap titik pengujian dipilih berdasarkan fungsi strukturalnya terhadap keseluruhan bangunan.

Pengujian pada Kolom dan Dinding Bangunan

Teknisi melakukan uji hammer test pada struktur beton kolom bangunan peternakan untuk SLF di Pasuruan
Uji hammer test pada pondasi kolom bangunan menggunakan Schmidt Hammer untuk mengukur kuat tekan beton.
Hammer test pada dinding bangunan office peternakan sebagai syarat kelengkapan SLF
Pengujian kuat tekan beton pada dinding bangunan kantor (office) area peternakan.

Pengujian pada Tiang, Pilar, dan Pondasi

Uji hammer test pada kolom beton bangunan peternakan untuk pengurusan SLF
Hammer test pada kolom beton di area eksterior bangunan peternakan.
Pengujian hammer test pada tiang struktur bangunan peternakan untuk SLF
Pengujian pada tiang struktur penyangga bangunan peternakan.
Pengujian hammer test pada pilar beton penyangga struktur kandang ayam
Pengujian pada pilar beton penyangga struktur utama kandang ayam.
Uji hammer test pondasi bangunan dalam proses survey SLF
Pengujian pada pondasi bangunan untuk menilai kekuatan struktur dasar.

Seluruh hasil pembacaan nilai pantulan (rebound number) dari Schmidt Hammer dicatat dan akan dikonversi menjadi estimasi kuat tekan beton (dalam satuan MPa) pada laporan teknis. Data ini menjadi salah satu komponen utama dalam dokumen penyusunan dokumen SLF yang akan diajukan ke instansi berwenang.

Tahap 3 — Pengukuran Parameter Lingkungan

Pada hari kedua survey (13 Januari 2026), tim melanjutkan dengan pengukuran parameter lingkungan di dalam dan sekitar area bangunan. Pengukuran ini merupakan bagian dari penilaian kelayakan fungsi bangunan yang mencakup aspek kenyamanan dan keselamatan penghuni maupun pekerja.

Tiga parameter utama yang diukur menggunakan alat Multifunction Environment Meter:

Alat ukur lingkungan multifunction environment meter yang digunakan dalam survey bangunan SLF
Alat Multifunction Environment Meter yang digunakan untuk mengukur parameter lingkungan bangunan — mencakup fungsi lux meter, anemometer, dan sound level meter dalam satu perangkat.

Pengukuran Intensitas Cahaya (Lux Meter)

Pengukuran intensitas cahaya menggunakan lux meter digital di dalam bangunan peternakan untuk kelayakan SLF
Pengukuran intensitas cahaya (lux) di dalam area bangunan menggunakan lux meter digital sebagai salah satu parameter kelayakan lingkungan SLF.

Intensitas pencahayaan diukur untuk memastikan area kerja dan kandang memiliki tingkat pencahayaan yang memadai sesuai standar keselamatan kerja. Nilai lux yang tercatat pada setiap titik ukur didokumentasikan untuk lampiran laporan teknis.

Pengukuran Kecepatan Angin dan Suhu (Anemometer)

Pengukuran kecepatan angin dan suhu menggunakan anemometer di area peternakan untuk dokumen SLF
Pengukuran kecepatan sirkulasi udara dan suhu lingkungan menggunakan anemometer di area peternakan.

Sirkulasi udara dan suhu lingkungan menjadi parameter penting, khususnya untuk bangunan peternakan yang memerlukan ventilasi memadai. Data anemometer menunjukkan pola aliran udara di dalam kandang yang akan dievaluasi kesesuaiannya.

Pengukuran Tingkat Kebisingan (Sound Level Meter)

Pengukuran tingkat kebisingan menggunakan sound level meter sebagai syarat dokumen SLF bangunan
Pengukuran tingkat kebisingan (desibel) di area peternakan menggunakan sound level meter.

Tingkat kebisingan di area peternakan diukur untuk menilai dampak terhadap lingkungan sekitar, terutama pemukiman penduduk di sekitar lokasi. Nilai desibel (dB) yang tercatat akan dibandingkan dengan baku mutu kebisingan sesuai peraturan yang berlaku.

Tahap 4 — Koordinasi dengan Dinas Terkait

Setelah seluruh pengujian teknis dan pengukuran lapangan selesai dilakukan, tim PT Delta Orion Konsultan melakukan koordinasi dengan Dinas Sumber Daya dan Tata Ruang setempat. Pertemuan ini bertujuan untuk mengkonsultasikan kelengkapan persyaratan administrasi serta memastikan kesesuaian prosedur pengajuan SLF dengan ketentuan pemerintah daerah Kabupaten Pasuruan.

Tim konsultan PT Delta Orion Konsultan berkoordinasi dengan pejabat Dinas Sumber Daya dan Tata Ruang Pasuruan untuk pengurusan SLF
Tim PT Delta Orion Konsultan melakukan koordinasi dengan pejabat Dinas Sumber Daya dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan terkait persyaratan pengurusan SLF.

Koordinasi langsung dengan dinas terkait merupakan bagian dari layanan pendampingan hingga persetujuan SLF terbit yang ditawarkan oleh PT Delta Orion Konsultan. Langkah ini memastikan bahwa seluruh dokumen dan hasil survey memenuhi standar yang disyaratkan oleh instansi penerbit SLF.

Hasil Survey dan Tindak Lanjut

Seluruh proses survey lokasi bangunan SLF pada peternakan ayam potong milik Ny. Heni Bayususana telah diselesaikan dalam waktu 2 hari kerja. Berikut rangkuman kegiatan yang telah dilaksanakan:

Hari pertama (12 Januari 2026) — Tim melakukan inspeksi visual menyeluruh terhadap kompleks bangunan dan melaksanakan uji hammer test pada 6 titik struktur beton (kolom, dinding, tiang, pilar, dan pondasi).

Hari kedua (13 Januari 2026) — Pengukuran 3 parameter lingkungan (intensitas cahaya, kecepatan angin dan suhu, serta tingkat kebisingan), dokumentasi tambahan area eksterior, dan koordinasi dengan Dinas Sumber Daya dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan.

Data hasil survey ini selanjutnya akan diolah dan disusun menjadi dokumen teknis sebagai lampiran pengajuan SLF ke instansi berwenang. Tim PT Delta Orion Konsultan akan terus mendampingi proses pengurusan hingga Sertifikat Laik Fungsi resmi diterbitkan.

Butuh Pengurusan SLF untuk Bangunan Anda?

Tim profesional kami siap membantu seluruh proses pengurusan SLF — mulai dari survey lokasi, penyusunan dokumen teknis, hingga sertifikat resmi terbit.

Konsultasi via WhatsApp

Baca Juga: Layanan SLF Lainnya

You cannot copy content of this page

Scroll to Top