Survey Lokasi Bangunan SLF Rumah Tinggal di Jasinga, Kabupaten Bogor

📅 21 April 2026  ·  📍 Jasinga, Kabupaten Bogor  ·  🏢 PT Delta Orion Konsultan

Dokumentasi proses survey lokasi bangunan untuk pengurusan SLF (Sertifikat Laik Fungsi) pada rumah tinggal milik Tn. Robin Lo di Jalan Letnan Sayuti, Desa Setu, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tim teknis PT Delta Orion Konsultan melaksanakan seluruh rangkaian survey dalam satu sesi kerja, meliputi inspeksi visual bangunan, uji hammer test struktur beton, pengukuran parameter lingkungan, serta penyusunan sketsa denah bangunan.

Inspeksi visual interior ruangan rumah tinggal untuk survey kelayakan SLF di Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor
Tim surveyor melakukan inspeksi visual kondisi interior ruangan rumah tinggal milik Tn. Robin Lo di Jasinga, Bogor sebagai bagian proses pengurusan SLF.
Daftar Isi:
  1. Informasi Proyek
  2. Latar Belakang Proyek
  3. Tahap 1 — Inspeksi Visual Bangunan
  4. Tahap 2 — Uji Hammer Test Struktur Beton
  5. Tahap 3 — Pengukuran Parameter Lingkungan
  6. Tahap 4 — Penyusunan Sketsa Denah Bangunan
  7. Hasil Survey dan Tindak Lanjut

Informasi Proyek

Nama Proyek Survey Lokasi Bangunan SLF Rumah Tinggal
Klien Tn. Robin Lo
Lokasi Jl. Letnan Sayuti, Setu, Kec. Jasinga, Kab. Bogor, Jawa Barat
Pelaksanaan 21 April 2026
Jenis Layanan Jasa Pengurusan SLF
Pelaksana Tim Teknis PT Delta Orion Konsultan

Latar Belakang Proyek

Tn. Robin Lo merupakan pemilik rumah tinggal yang berlokasi di Jalan Letnan Sayuti, Desa Setu, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bangunan rumah ini merupakan konstruksi baru yang telah selesai dibangun dan akan segera difungsikan sebagai hunian. Sebelum bangunan dapat digunakan secara legal, pemilik diwajibkan untuk memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang membuktikan bahwa bangunan telah memenuhi seluruh persyaratan teknis kelaikan fungsi, mencakup aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan sesuai dengan peruntukannya sebagai rumah tinggal. PT Delta Orion Konsultan ditunjuk untuk melaksanakan proses konsultasi dan analisa awal SLF, dimulai dari survey lokasi bangunan sebagai tahapan awal sebelum penyusunan dokumen teknis dan pengajuan persetujuan ke instansi terkait di Kabupaten Bogor.

Tahap 1 — Inspeksi Visual Bangunan

Survey dilaksanakan pada malam hari tanggal 21 April 2026, dimulai pukul 20.00 WIB. Tim teknis melakukan inspeksi visual menyeluruh terhadap seluruh bagian rumah tinggal, meliputi pemeriksaan kondisi pintu, jendela, dinding interior, lantai, plafon, instalasi listrik, serta area eksterior bangunan termasuk bagian rooftop dan area tangga.
Inspeksi visual kondisi pintu dan area tangga rumah tinggal untuk survey SLF di Jasinga Bogor
Tim surveyor memeriksa kondisi pintu dan area akses tangga pada rumah tinggal milik Tn. Robin Lo.
Inspeksi visual bertujuan untuk memastikan seluruh elemen bangunan dalam kondisi layak dan sesuai dengan standar keselamatan. Tim juga memeriksa kelengkapan fasilitas dasar rumah tinggal seperti kamar mandi, area wastafel, serta sistem pencahayaan buatan di setiap ruangan.
Tim survey melakukan pemeriksaan area eksterior rumah tinggal pada malam hari untuk pengurusan SLF
Tim teknis memeriksa area eksterior bangunan dan mencatat temuan lapangan dalam formulir survey.
Seluruh temuan dari inspeksi visual didokumentasikan menggunakan kamera dengan fitur GPS tagging yang mencatat koordinat lokasi, tanggal, dan waktu pengambilan secara otomatis untuk menjamin keaslian data lapangan.

Tahap 2 — Uji Hammer Test Struktur Beton

Setelah inspeksi visual selesai, tim melanjutkan dengan pengujian kuat tekan beton menggunakan alat Schmidt Hammer (Rebound Hammer). Pengujian non-destruktif ini dilakukan pada beberapa titik strategis elemen struktur bangunan untuk menilai mutu beton yang digunakan dalam konstruksi rumah. Pada bangunan rumah tinggal, titik pengujian difokuskan pada elemen-elemen penahan beban utama, yaitu dinding beton, plafon (slab lantai atas), serta struktur beton di area rooftop dan tangga.

Pengujian pada Dinding dan Struktur Beton

Tim teknisi melakukan hammer test pada dinding beton rumah tinggal sambil mencatat hasil pengujian untuk dokumen SLF di Bogor
Teknisi melakukan uji hammer test pada dinding beton sementara rekan tim mencatat nilai rebound number pada formulir pengujian.
Pengujian hammer test pada struktur beton area rooftop rumah tinggal untuk SLF di Jasinga Bogor
Hammer test pada struktur beton di area rooftop rumah tinggal, dilakukan pada malam hari dengan pencahayaan tambahan.

Pengujian pada Plafon Beton (Slab Lantai)

Uji hammer test pada plafon beton slab lantai atas rumah tinggal untuk kelayakan SLF
Pengujian kuat tekan beton pada plafon (slab lantai atas) menggunakan Schmidt Hammer yang diarahkan ke atas.

Pembacaan Hasil Rebound Number

Close-up pembacaan skala Schmidt Hammer menunjukkan nilai rebound number hasil pengujian beton rumah SLF
Pembacaan skala pada Schmidt Hammer yang menunjukkan nilai rebound number dari pengujian struktur beton.
Hasil pembacaan nilai rebound number dari alat Schmidt Hammer untuk laporan teknis SLF
Teknisi membaca nilai rebound number pada skala Schmidt Hammer untuk dicatat dalam laporan teknis.
Setiap nilai pantulan (rebound number) yang terbaca pada skala alat Schmidt Hammer dicatat secara sistematis. Data ini selanjutnya akan dikonversi menjadi estimasi kuat tekan beton (fc’) dalam satuan MPa sebagai bagian dari dokumen teknis SLF yang akan diajukan.

Tahap 3 — Pengukuran Parameter Lingkungan

Tahapan selanjutnya adalah pengukuran parameter lingkungan di dalam dan sekitar bangunan rumah tinggal. Pengukuran ini dilakukan menggunakan alat Multifunction Environment Meter yang mampu mengukur tiga parameter sekaligus: intensitas cahaya (lux meter), kecepatan angin dan suhu (anemometer), serta tingkat kebisingan (sound level meter).
Peralatan survey SLF yang digunakan meliputi Schmidt Hammer dan Multifunction Environment Meter
Peralatan yang digunakan dalam survey: Schmidt Hammer untuk uji struktur beton dan Multifunction Environment Meter untuk pengukuran parameter lingkungan.
Teknisi mempersiapkan alat ukur lingkungan sound level meter dan lux meter untuk survey SLF rumah tinggal
Teknisi mempersiapkan sensor anemometer dan lux meter pada Multifunction Environment Meter sebelum memulai pengukuran.
Pengukuran parameter lingkungan menggunakan Multifunction Environment Meter di dalam rumah tinggal untuk kelayakan SLF
Proses pengukuran parameter lingkungan di dalam ruangan rumah tinggal, mencakup intensitas cahaya, kecepatan udara, dan tingkat kebisingan.
Untuk bangunan rumah tinggal, parameter lingkungan yang diukur harus memenuhi standar kenyamanan hunian. Intensitas pencahayaan yang memadai di setiap ruangan, sirkulasi udara yang baik, serta tingkat kebisingan yang berada di bawah ambang batas merupakan aspek yang dinilai dalam proses pengurusan SLF.

Tahap 4 — Penyusunan Sketsa Denah Bangunan

Sebagai bagian dari kelengkapan dokumentasi survey, tim teknis juga melakukan pengukuran dimensi ruangan dan menyusun sketsa denah bangunan langsung di lokasi. Sketsa ini akan menjadi dasar pembuatan gambar teknis (as-built drawing) yang merupakan salah satu dokumen wajib dalam pengajuan SLF.
Teknisi menyusun sketsa denah bangunan rumah tinggal sebagai kelengkapan dokumen survey SLF
Teknisi menyusun sketsa denah bangunan berdasarkan pengukuran dimensi ruangan yang dilakukan langsung di lokasi.
Sketsa denah yang dibuat mencakup tata letak ruangan, posisi pintu dan jendela, titik-titik pengujian hammer test, serta titik pengukuran parameter lingkungan. Dokumen ini akan dilengkapi dan difinalisasi sebagai bagian dari penyusunan dokumen SLF yang diajukan ke instansi berwenang.

Hasil Survey dan Tindak Lanjut

Seluruh rangkaian survey lokasi bangunan SLF pada rumah tinggal milik Tn. Robin Lo telah diselesaikan dalam satu sesi kerja pada 21 April 2026. Berikut rangkuman kegiatan yang telah dilaksanakan: Inspeksi Visual — Pemeriksaan menyeluruh kondisi fisik bangunan meliputi interior, eksterior, pintu, jendela, lantai, plafon, instalasi listrik, serta fasilitas kamar mandi dan wastafel. Uji Hammer Test — Pengujian kuat tekan beton pada tiga titik utama struktur bangunan: dinding beton, plafon (slab lantai atas), dan struktur beton area rooftop. Seluruh nilai rebound number tercatat untuk konversi ke estimasi kuat tekan. Pengukuran Lingkungan — Pengukuran tiga parameter menggunakan Multifunction Environment Meter: intensitas cahaya (lux), kecepatan angin dan suhu, serta tingkat kebisingan (dB) di dalam dan sekitar bangunan. Sketsa Denah — Penyusunan sketsa denah bangunan berdasarkan pengukuran dimensi aktual di lapangan sebagai dasar gambar teknis (as-built drawing). Data hasil survey ini selanjutnya akan diolah dan disusun menjadi dokumen teknis lengkap untuk pengajuan SLF ke instansi pemerintah Kabupaten Bogor. Tim PT Delta Orion Konsultan akan mendampingi seluruh proses hingga Sertifikat Laik Fungsi resmi diterbitkan.

Butuh Pengurusan SLF untuk Rumah atau Bangunan Anda?

Tim profesional kami siap membantu seluruh proses pengurusan SLF — mulai dari survey lokasi, penyusunan dokumen teknis, hingga sertifikat resmi terbit.

Konsultasi via WhatsApp

Baca Juga: Layanan SLF & Proyek Lainnya

You cannot copy content of this page

Scroll to Top